Branding Produk Solo Business Center atau di sebut SBC.
Pakar Branding Indonesia Terbaik, Informasi Seputar
Pakar Branding di Indonesia. Oke sebelum membahas mengenai pakar branding Indonesia, berikut uraian atau informasi mengenai brand itu sendiri.
Ahli Branding Terbaik Indonesia SBC merupakan layanan branding untuk perusahaan untuk merek, produk, logo dan layanan untuk UKM di Indonesia. Ahli Branding SBC terdiri dari pakar branding dan ahli branding profesional.
Apakah Anda sedang mencari
pakar branding Indonesia atau pakar branding Indonesia terbaik?
SBC (Solo Business Center) merupakan sebuah layanan branding terbaik untuk perusahaan Anda.
Kami merupakan Specialis Counsultant Business Center Branding Company.
SBC terdiri dari para tokoh
ahli branding terbaik di Indonesia
yang telah berpengalaman dalam melayani branding produk,
branding merek, branding logo dan branding jasa layanan yang profesional. Kami di
dukung oleh pakar branding Indonesia yang kompeten di bidangnya.
Jika Anda ingin menghubungi pakar-pakar ahli branding Indonesia bisa menghubungi:
Website Pakar Branding Indonesia: http://solobusinesscenter.id
Email Pakar Branding Indonesia: info@solobusinesscenter.id
Telphone Branding Pakar Branding Indonesia: +6285869690119
 |
| Pakar Branding Indonesia |
Apa itu Brand?
Berikut pengertian merek atau mrand menurut
pakar branding Indonesia
(SBC). Brand bukan sekedar logo atau nama perusahaan Anda, melainkan
image atau persepsi seseorang tentang produk atau perusahaan Anda. Brand
adalah kombinasi lengkap dari asosiasi yang orang bayangkan ketika
mendengar sebuah nama perusahaan atau produk.
Pakar branding Indonesia SBC mengenai
brand adalah segala
sesuatu yang terkait dengan perusahaan, produk, atau layanan – semua
atribut, baik yang berwujud maupun tidak berwujud. Ini adalah apa yang
harus Anda perjuangkan, apa yang harus Anda lakukan, katakan dan
tampilkan ke depan publik. Pengertian Merek atau Brand
Brand bagi sebuah perusahaan adalah reputasi bagi seseorang. Meskipun
Anda mungkin menemukan beberapa hal yang membuat Anda tertarik dengan
seseorang, namun untuk menciptakan hubungan yang mendalam, Anda haruslah
memiliki nilai-nilai, peminatan, dan otentisitas yang sama. Hal yang
sama juga berlaku bagi perusahaan. Koneksi yang mendalam dan tahan lama
hanya bisa terjalin jika pelanggan dan klien berbagi nilai dengan Anda.
Maka, semakin baik Anda mendefinisikan nilai-nilai Anda, bertindak
berdasarkan nilai-nilai tersebut, dan mengkomunikasikannya dengan
pelanggan Anda, semakin dalam pula koneksi yang Anda ciptakan.
Jangan anggap enteng brand, karena ia adalah aset terpenting yang bisa
dimiliki perusahaan. Brand memberikan nilai, menciptakan diferensiasi
dan mendapatkan hasil jangka panjang.
Kenapa kami katakan demikian? Sebab, branding termasuk komponen penting
yang ikut menentukan proses pengambilan keputusan membeli bagi
pelanggan. Brand yang baik akan menempatkan perusahaan/ produk Anda di
atas para pesaing Anda, dan membantu Anda menjadi pilihan utama. Brand,
jika dikembangkan dengan baik, pun dapat menjadi wadah tunggal untuk
mempromosikan bisnis, merangsang pengalaman yang unik, menciptakan
ikatan khusus dengan pelanggan, serta memelihara konsistensi dengan
kualitas layanan yang ditawarkan.
Satu hal yang harus Anda pahami adalah, kita hidup dalam masyarakat yang
berorientasi sensorik. Artinya, kita mendasarkan penilaian kita pada
hal-hal yang dapat diterima panca indera kita, seperti stimulasi visual,
rasa, bau, sentuhan dan suara, dan kita melakukan ini bahkan di alam
bawah sadar kita. Jadi, kita sangat terbiasa mengait-kaitkan nama, kata
ataupun simbol tertentu dengan harapan kualitas, konsistensi, layanan
pelanggan dan lainnya.
Mengapa kita harus memahami hal itu? Sebab, hal itu akan sangat membantu
kita dalam membuat brand yang baik. Idealnya, brand akan menjadi
kepribadian, karakter dan jiwa perusahaan Anda. Brand akan menjadi
perwujudan kepercayaan, antisipasi kualitas dan performa, serta yang
paling penting, perasaan bahwa ini adalah identitas yang ingin Anda
tunjukkan kepada pelanggan.
 |
| Pakar Branding di Indonesia |
Ambil contoh Starbucks. Begitu mendengar nama itu, hal apa yang lantas
terbayang dalam benak Anda? Kopi, hijau, ramah lingkungan, modern,
casual, mahal, berkelas? Itulah identitas yang disematkan pada
Starbucks. Itulah branding Starbucks.
Bagaimana menurut Anda tentang artikel ini? Komentar dan masukan Anda
akan sangat kami hargai. Lihat juga tips bisnis lainnya di blog Sribu
dengan men-klik link berikut.
Brand,
Branding, Logo dan Identitas brand, kata-kata sederhana namun
sulit untuk di ungkapkan, karena semua memiliki peran yang berbeda, yang
bersama-sama, membentuk citra dan ditujukan untuk bisnis atau produk.
Mungkin sebagian dari Anda pernah mendengar kalimat : Logo bukanlah
brand (merek). Pernyataan tersebut mungkin sering kita dengar berulang
kali, dan tentunya masih banyak orang diluar sana berpikir bahwa logo
adalah brand.
Pengertian Dan Definisi Brand Menurut Para Ahli
Dalam kehidupan
modern saat ini, hampir semua kalangan masyarakat maupun lembaga-lembaga
di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia menggunakan atau
mengimplementasikan berbagai teknologi untuk bermacam-macam tujuan.
Adapun pihak-pihak tersebut memanfaatkan teknologi sebagai hal untuk
menunjang kebutuhannya, memudahkan dan meringankan tugas manusia,
mempercepat aliran informasi sehingga komunikasi dapat dilakukan lebih
cepat dan mudah. Salah satu teknologi yang menunjang kemudahan
berkomunikasi tersebut yaitu teknologi internet.
Internet itu
sendiri merupakan suatu teknologi jaringan komputer yang dapat
menghubungkan seluruh orang dari berbagai wilayah di seluruh dunia. Awal
pembentukan internet berawal dari jaringan ARPANET di Amerika Serikat
pada pertengahan tahun 1960 an yang memiliki empat host komputer yang
menghubungkan empat universitas di Amerika Serikat. Sampai pada tahun
1982 terbentuklah jaringan internet yang terus mengalami perkembangan
yang lebih baik, dimana dapat menghubungkan seluruh pihak-pihak di dunia
tidak terbatas oleh tempat dan waktu.
Saat ini Internet menjadi
salah satu kebutuhan baik secara perorangan maupun secara corporate. Hal
tersebut dikarenakan internet sudah menjadi tren komunikasi berbagai
pihak. Dimana berbagai pihak pencipta aplikasi sosial media
berlomba-lomba menciptakan aplikasi yang dapat memenuhi kebutuhan
manusia yang tentu saja dengan berbagai fitur unik dan juga menarik.
Mulai dari aplikasi sosial media Friendster yang pada awalnya sangat
menarik berbagai pihak dengan jutaan user, namun saat ini media sosial
tersebut sudah tidak dapat diakses kembali yang mungkin trennya sudah
tergantikan dengan media sosial lain atau jumlah user mengalami
penurunan yang drastis. Kemudian disusul dengan media sosial baru
seperti Facebook yang saat ini masih ada dan memiliki user yang terus
bertambah, Indonesia pun menjadi salah satu negara yang paling banyak
memiliki account Facebook.
Berbagai media sosial yang saat ini
populer seperti Facebook, Twitter, Instagram, Youtube tidak hanya
dimanfaatkan untuk semata-mata berkomunikasi dan juga update informasi.
Namun, dapat ditemui di setiap media sosial selalu ada pihak-pihak yang
memanfaatkan media sosial untuk berjualan atau yang lebih terkenal
dengan sebutan online shop. Sehingga dapat dikatakan bahwa media sosial
dapat dijadikan lahan untuk melakukan pemasaran bagi
perusahaan-perusahaan yang ingin mempromosikan produk maupun jasanya
sekaligus melakukan corporate branding image. Corporate branding image
tersebut merupakan suatu bentuk citra atau reputasi perusahaan terhadap
produk atau jasa yang dimiliki yang sangat tergantung daripada penilaian
pelanggan terhadap produk atau jasa tersebut.
Dalam penulisan
paper ini akan dibahas lebih lanjut tentang pengertian brand image,
pengertian social media dan peran social media, hubungan brand image
dengan social media, cara membangun brand image dan strategi brand image
dalam suatu perusahaan, kelebihan dan kelemahan dari social media,
penggunaan social media dalam meningkatkan brand image baik produk
maupun jasa, brand image pada produk Oreo dan juga pengelolaannya.
Metodologi
yang digunakan adalah melalui studi literatur dari jurnal, textbook,
intenet, dan berbagai studi kasus yang berkaitan dengan topik pembahasan
yang sebelumnya sudah pernah terjadi, kemudian mempelajari dan meneliti
informasi-informasi yang telah diperoleh.
Definisi Brand
Menurut
Jerry McLaughlin yang merupakan co-founder dan CEO pada Branders.com
(DeMers, 2013) , brand adalah persepsi yang dipegang seseorang terhadap
Anda, sebuah produk, jasa , maupun suatu organisasi, penyebab atau suatu
ide. Penciptaan brand merupakan suatu kesengajaan dan usaha yang
trampil dalam usaha menciptakan persepsi yang diinginkan orang lain.
Karakteristik Brand
Terdapat tujuh karakteristik yang menentukan atau mengukur sukses nya suatu brand (DeMers, 2013), yaitu :
Audience Knowledge Brand
terbaik memiliki pemahaman mengenai demografi target pasar, kepentingan
dan ketertarikan pasar, dan cara untuk berkomunikasi dengan audience.
Sebagian besar perusahaan memiliki target audience yang harus dicapai,
memahami target pasar pun merupakan hal yang kritikal karena
mempengaruhi arah dan kampanye pemasaran, bersama dengan identitas
keseluruhan merek sehingga membantu menciptakan hubungan manusia antara
bisnis dan audience nya.
Uniqueness Membangun
identitas brand membutuhkan sesuatu yang unik, dimana menciptakan
identitas tidak menuntut ide revolusioner. Hal tersebut membutuhkan
sesuatu yang unik dan special yang terpisahkan dari kompetisi.
Passion Meskipun
memungkinkan membangun brand tanpa passion dalam jangka pendek, namun
mustahil untuk mempertahankan brand tersebut dalam jangka panjang.
Karena passion tersebut menciptakan antusiasme dan kesenangan tersendiri
yang dapat mempengaruhi pembangunan brand.
Consistency Ketika
konsumen kembali ke bisnis untuk melakukan penjualan kembali, maka
mereka biasanya mengharapkan untuk menerima tingkat kualitas yang sama
seperti yang mereka lakukan pertama kalinya. Dengan banyaknya industri
yang memiliki banyak kompetitor, inkonsistensi kerap kali menjadi alasan
bagi konsumen untuk melakukan bisnisnya di tempat lain.
Competitiveness Ketika
suatu brand perusahaan menjadi brand utama dalam suatu industri, maka
perlu dilakukan perbaikan dan tentu saja peningkatan brand agar brand
tersebut tetap kompetitif.
Exposure Hal lain yang
merupakan bagian yang mempengaruhi ke khasan dari suatu brand yaitu
adalah kesuksesan brand dalam menjangkau konsumennya melalui banyak
channel. Terdapat banyak alat yang dapat digunakan perusahaan untuk
membangun brand mereka yaitu dengan mengembangkan kehadiran di jejaring
sosial seperti Facebook, Twitter, LinkedIn, dan Google+, sehingga mampu
menjangkau hampir semua konsumen.
Leadership Untuk
mengkoordinasikan upaya anggota tim dan membimbing visi strategis brand,
seseorang harus memimpin dan mengarahkan. Pemimpin tersebut memecahkan
komplikasi yang ada dan menghubungkan departemen yang berbeda agar
setiap orang berada dalam tujuan yang sama. Pemimpin juga merupakan
motivator dan tahu bagaimana cara memaksimalkan kekuatannya
Definisi Brand EquityBrand
Equity menuruh Kohler adalah sebuah nilai yang diberikan kepada produk
dan layanan yang dapat menggambarkan bagaimana cara konsumen berpikir,
merasa, dan bertindak dengan merek, dan juga harga, pangsa pasar, dan
keuntungan yang diberikan merek bagi perusahaan.
Menurut Aaker
pada Rangkuti (2009: 39) mendefinisikan bahwa brand equity adalah
seperangkat aset dan kewajiban yang berhubungan dengan merek, simbol
yang mampu menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh layanan
yang baik pada perusahaan dan pelangganya.
Definisi Brand Image dan Social MediaDengan
semakin berkembangnya zaman, persaingan dalam dunia industri juga
semakin ketat. Perusahaan akan berlomba – lomba melakukan berbagai cara
untuk mendapatkan perhatian dari masyarakat untuk meningkatkan daya
saing mereka. Untuk itu, perusahaan harus membentuk brand image
sedemikian rupa agar dapat lebih dikenal oleh masyarakat dan social
media akan mempermudah perusahaan dalam pembentukan brand image
tersebut.
Definisi Brand ImageBrand Image merupakan
gabungan antara dua kata, yaitu brand dan image. Menurut Bosion Simamora
(2002:149) brand atau merek adalah nama, tanda, istilah, simbol, desain
atau kombinasinya yang ditujukan untuk mengidentifikasi dan
mendiferensiasi atau membedakan suatu barang atau layanan suatu penjual
dari barang atau layanan penjual yang lain. Sedangkan pengertian brand
atau merek menurut Fandy Tjiptono (2005:2), brand adalah tanda berupa
gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna atau
kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan
digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa.
Menurut
Lamb, Hair, McDaniel (2001:421) merek atau brand merupakan suatu nama,
istilah, simbol, desai, atau gabungan dari keempatnya, yang
mengidentifikasikan produk para penjual dan membedakannya dari produk
pesaing. Dan menurut Kotler dan Armstrong, brand atau merek adalah suatu
nama, kata, tanda, simbol, atau desain, atau kombinassi dari semuanya
yang mengidentifikasikan pembuat atau penjual produk dan jasa tertentu.
Pada intinya, brand atau merek merupakan identitas dari barang atau jasa
suatu perusahaan, sehingga pelanggan dapat membedakan produk dari suatu
perusahaan dengan perusahaan yang lain.
Image atau citra itu
sendiri juga dapat memberi pengaruh kepada minat pelanggan terhadap
perusahaan. Menurut Kotler (2002:629), image atau citra adalah
seperangkat keyakinan, ide, dan kesan yang dimiliki oleh seseorang
terhadap suatu objek. Sedangkan menurut Wilson Arafat (2002:629), image
atau citra adalah persepsi masyarakat terhadap jati diri suatu
perusahaan. Jadi bisa disimpulkan bahwa image atau citra merupakan
pandangan atau pemikiran masyarakat sebagai pelanggan terhadap suatu
perusahaan yang dilihat dari sudut pandang yang berbeda-beda, tergantung
dari persepsi dari masyarakat itu sendiri terhadap perusahaan.
Biasanya
dalam pandangan pelanggan, semakin baik image atau citra dari suatu
perusahaan, maka daya beli pelanggan terhadap produk suatu perusahaan
juga akan semakin besar. Namun, tidak selalu image atau citra perusahaan
yang baik yang selalu dikenal oleh masyarakat, perusahaan dengan image
atau citra yang kontroversial juga dapat menarik minat dari masyarakat
karena perusahaan akan memakai image atau citra yang kontroversial untuk
meningkatkan pemasaran atau marketing mereka. Masyarakat juga cenderung
akan lebih mengingat perusahaan tersebut dan akan meningkatkan rasa
ingin tahu masyarakat untuk mencoba produk dari perusahaan dengan image
atau citra yang kontroversial.
Untuk brand image itu sendiri
memiliki pengertian bahwa brand image mengacu pada skema memori akan
sebuah merek, yang berisikan interpretasi konsumen atas atribut,
kelebihan, penggunaan, situasi, para pengguna, dan karakteristik pemasar
dan/atau karakteristik pembuat dari produk atau merek tersebut. Brand
image adalah apa yang dipikirkan konsumen pikirkan dan rasakan ketika
mendengan atau melihat nama suatu merek (Setiadi, 2003). Menurut Wilson
Arafat (2006:53), brand image adalah persepsi terhadap merek yang
direfleksi oleh asosiasi merek dalam memori konsumen yang mengandung
makna bagi konsumen. Sedangkan pengertian brand image menurut Fandy
Tjiptono (2005:49), brand image adalah deskripsi tentang asosiasi dan
keyakinan konsumen terhadap merek tertentu.
Menurut Keegan et.
Al (1996:318), brand image adalah suatu sekumpulan gambar dan pengalaman
yang kompleks dalam pemikiran pelanggan yang memberikan gambaran
mengenai jaminan tentang keuntungan dari suatu produk yang dihasilkan
oleh suatu perusahaan. Brand image menurut Keller (2003) merupakan
anggapan tentang merek yang direfleksikan konsumen yang berpegang pada
ingatan konsumen dan menurut Kotler dalam Armstrong (2001: 225), brand
image merupakan seperangkat keyakinan konsumen mengenai merek tertentu.
Bisa
dikatakan bahwa brand image merupakan karakter dari suatu perusahaan.
Melalui brand image ini, perusahaan juga dapat memberikan gambaran
mengenai visi dan misi dari perusahaan, hal ini dapat terlihat dari logi
maupun slogannya. Brand image merupakan kesan secara keseluruhan
pelanggan yang terbentuk dari berbagai sumber mengenai produk suatu
perusahaan maupun perusahaan itu sendiri. Brand image adalah suatu hal
yang bersifat subjektif karena bersangkutan dengan opini dari pelanggan.
Brand image mengembangkan dan menyampaikan karakter dari produk dari
suatu perusahaan dalam bentuk yang unik dan berbeda dari pesaingnya.
Definisi Social Media
Social
media berkaitan dengan interaksi sosial antar individu maupun kelompok.
Dalam pengertiannya, social media adalah interaksi antar orang baik
individu atau perorangan maupun dalam suatu komunitas untuk saling
berbagi dan bertukar informasi dan ide dalam komunitas jaringan virtual
meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog,
jaringan sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum
dugunakan oleh masyarakat di seluruh belahan dunia.
Menurut
Andreas Kaplan dan Michael Haenlein (2010), social media didefinisikan
sebagai sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di
atas dasar ideologi dan teknologi web 2.0 dan yang memungkinkan
penciptaan dan pertukaran use-generated content. Pendapat yang lain
mengatakan bahwa social media merupakan media online yang mendukung
interaksi sosial dan social media dengan menggunakan teknologi berbasis
web yang mengubah komunikasi menjadi suatu dialog interaktif. Social
media bergantung pada teknologi mobile dan berbasis web untuk membuat
platform yang sangat interaktif dimana orang-orang baik secara individu
maupun dalam komunitas dapat berbagi, berdiskusi, dan membuat kembali
user-generated content dimana user atau penggunan dapat membuat dan
mengubah sendiri isi dari karyanya.
Dalam zaman globalisasi ini,
social media menjadi saluran atau sarana bagi banyak orang untuk dapat
berkomunikasi, berinteraksi, berbagi, mencari informasi, belajar,
mencari pekerjaan hingga membangun jariang, semuanya dapat dilakukan
melalui internet. Setiap orang didorong untuk memberikan kontribusi atau
feedback mereka secara bebas dan terbuka dalam waktu yang singkat dan
tidak terbatas.
Hubungan Brand Image dan Social MediaPesatnya
perkembangan internet menyebabkan perkembangan social media untuk ikut
bertumbuh dengan pesat. Semua orang dapat mengakses sumber informasi
mereka dengan waktu yang singkat melalui internet ditambah dengan
perkembangan telepon genggam yang juga pesat. Sekarang orang – orang
dapat melakukan akses terhadap informasi dengan cepat dan mudah melalui
media telepon genggam mereka dibandingkan dengan media untuk mengakses
informasi konvensional lainnnya.
Dengan semakin cepatnya orang
untuk mengakses informasi melalui social media seperti facebook,
twitter, pinterest, youtube, dan sebagainya menjadi suatu fenomena yang
terjadi di seluruh dunia. Untuk itu, perusahaan mengambil kesempatan
untuk membangun brand image produk atau layanan mereka melalui social
media dan memang sudah terbukti bahwa social media memberikan dampak
yang drastis pada marketing perusahaan. Dengan melihat social media yang
paling sering digunakan oleh masyarakat, perusahaan membangun brand
image produk mereka dengan begitu, semakin banyak masyarakat yang dapat
mengetahui dan setidaknya tertarik untuk mengetahui produk atau layanan
dari perusahaan.
Untuk itu banyak perusahaan yang membangun brand
image mereka sedemikian rupa agar dapat memberikan kesan yang baik
kepada masyarakat sebagai calon pelanggan mereka. Melalui social media
juga dapat menjadi saran untuk perusahaan untuk berinteraksi dengan
mayarakat, misalnya dengan membuat suatu forum diskusi maupun sabagai
media untuk menyampaikan pesan dan saran untuk perusahaan. Namun, tidak
hanya kesan yang baik saja yang didapat oleh perusahaan, brand image
yang buruk yang biasanya didapat dari social media juga dapat
berpengaruh pada daya beli dari pelanggan terhadap produk mereka, tetapi
kesan yang tidak baik juga dapat berlaih menjadi sesuatu yang
menguntungkan juika perusahaan dapat memberika reaksi yang tepat,
sehingga kesan yang tidak baik tersebut justru dapat memberikan nilai
tambah terhadap brand image perusahaan.
Social media menjadi
salah satu branding channel yang digunakan oleh perusahaan. Menurut
Weinberg pemasaran melalui media sosial adalah sebuah proses
pemberdayaan individu dan perusahaan untuk mempromosikan website mereka,
produk dan jasa melalu social channels dan untuk dapat berkomunikasi
dengan masyarakat yang lebih luas, jika dibandingkan dengan penggunaan
media iklan tradisional. Serta menghubungkan penyedia layanan,
perusahaan, pelanggan, dan khalayak luas. Saat ini penggunaan social
media untuk media periklanan tidak hanya digunakan oleh perusahaan
multinasional ataupun perusahaan besar, tetapi juga perusahaan kecil dan
menengah. Dengan jangkauan yang luas, diharapkan akan memberikan dampak
yang signifikan bagi pengenalan produk atau jasa perusahaan, tanpa
harus memasang iklan di berbagai tempat umum yang sifatnya lebih
terbatas. Selain itu sesama pengguna ataupun suatu komunitas dapat
menjadi influencer atau pemengaruh bagi pengguna social media lainya.
Cara membentuk Brand ImageDalam
dunia industri, branding terhadap hasil produk atau jasa merupakan hal
penting yang harus dilakukan untuk mendapatkan calon pembeli dan
menguasai market share yang ada. Brand image suatu produk merupakan
kunci utama dalam menghadapi kompetitor atau pesaing dalam menguasai
pangsa pasar yang ada. Beberapa perusahaan menggunakan cara khusus atau
yang biasa kita sebut sebagai strategi untuk membangun brand image.
Strategi itu bervariasi tergantung bagaimana suatu perusahaan merancang
strategi itu. Secara umum strategi dalam membangun brand image adalah
sebagai berikut :
1. Memiliki Merek DagangTahap awal
dalam mebuat branding adalah kita harus menentukan merek dagang atau
yang kita kenal sebagai nama dari suatu produk dan jasa yang kita
hasilkan. Nama tersebut akan mencerminkan produk dan jasa yang kita
hasilkan, selain itu, merek dagang yang kita miliki harus sudah
didaftarkan pada lembaga perlindungan hukum, seperti yang kita kenal di
indonesia adalah HAKI. Keuntungan dalam mendaftarkan merek dagang kita
adalah untuk memperluas area peasaran, konsumen yakin akan legalitas
produk kita, mengurangi pencurian terhadap rancangan produk yang kita
hasilkan. Selain itu dalam membuat merek dagang harus juga memperhatikan
sertifikasi – sertifikasi lain yang mendukung produk kita. Contohnya
seperti sertifikasi halal, bpom apabila produk kita adalam makanan,
sertifikasi SNI apabila produk kita berupa peralatan dan barang
penunjang sehari – hari
2. Memiliki desain logo yang unikUntuk
meningkatkan persaingan dan popularitas terhadap suatu produk,
perusahaan harus menggunakan cara dalam meningkatkan pangsa pasarnya.
Dengan menggunakan desain yang unik merupakan suatu strategi untuk
meningkatkan minat konsumen. Desain yang digunakan harus mencerminkan
produk yang akan ditawarkan pada konsumen, tidak menggunakan desain yang
sifatnya melanggar etika dan merugikan pihak lain.
3. Pemasaran yang baik dan tepat sasaranAgar
brand dari suatu produk dapat dikenal oleh masyarakat, maka penempatan
posisi produk harus jelas dan dapat diingat oleh masyarakat. Sebagai
contoh makanan ringan. Apabila tujuan kita memasarkan makanan ringan
untuk kalangan anak – anak, maka pemasaran harus dilakukan di lingkungan
sekolah, pusat perbelanjaan keluarga. Dikatakan tidak tepat sasaran
apabila pemasaran dilakukan di daerah perkantoran, kawasan industri dan
daerah yang memiliki populasi anak-anak sangat kecil. Apabila produk
dipasarkan pada lingkungan yang tepat, maka branding akan terbentuk
dengan sendirinya.
4. Memiliki jaringan yang luasRelasi
dengan pihak lain sangat menentukan dalam branding suatu produk,
seperti iklan radio, televisi maupung internet, sebagai perusahaan yang
ingin memasarkan produk baru, perusahaan tersebut harus menjalin relasi
dengan pihak yang menyediakan jasa iklan dan sudah memiliki jangkauan
luas. Dengan memasang iklan pada media cetak, radio ataupun televisi,
maka branding dari suatu produk tersebut dapat dijangkau oleh masyarakat
luas.
5. Mudah ditemukan Setelah branding itu
terbentuk, langkah selanjutnya adalah mengatur bagaimana dengan supply
produknya. Ketika branding terbentuk dan barang ternyata susah
ditemukan, maka hal ini dapat mempengaruhi branding yang sudah dilakukan
melalui iklan, oleh karena itu ketersediaan barang perlu juga
diperhatikan dalam mendukung branding produk yang sudah dibentuk selama
ini.
6. Memberikan pelayanan yang baikPelayanan yang
baik merupakan suatu cara dalam meningkatkan brand image dari suatu
produk. Contoh kasus tentang pelayanan adalah seperti pada produk ponsel
sony. Sony memiliki kualitas yang baik tetapi tidak ditunjang dengan
layanan purna jual yang baik. Banyak pelanggan yang tidak puas dengan
pelayanan sony yang dampaknya brand image sony dikenal oleh masyarakat
dengan pelayanan yang buruk. Segala usaha pemasaran akan sia – sia
apabila tidak ditunjang dengan pelayanan yang baik.
7. Produk tidak bertentangan dengan etika dan moral
Agar
barang bisa diterima oleh masyarakat dan memiliki branding yang baik,
maka produk tersebut tidak boleh melanggar etika dan moral suatu negara.
Sebagai contoh majalah playboy. Majalalah playboy merupakan produk
media cetak yang mengundang kontroversi yang tentunya melanggar etika
dan moral di Indonesia.
8. Memiliki mutu dan kualitas produk yang baik
Perusahaan
dalam memproduksi barang harus memiliki produk yang memiliki kualitas
yang baik sesuai dengan harapan para pelanggan. Pihak perusahaan harus
dapat memastikan barang yang telah diproduksi memiliki kualitas barang
yang bagus dan dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Pihak perusahaan
harus melakukan kontrol terhadap barang yang dijual ke pelanggan. Mutu
terhadap suatu barang akan mempengaruhi persepsi orang terhadap
perusahaan yang berkakibat mempengaruhi brand image dari produk
tersebut.
9. Tidak merugikan pengguna atau customer
Produk
yang dihasilkan oleh perusahaan harus memiliki standar keselamatan yang
tentunya tidak merugikan keselamatan penggunanya, menggunkan material
yang tidak mengandung racun, menggunakan bahan yang memiliki kualitas
baik. Dalam memasarkan suatu produk, perusahaan harus menyertakan juga
panduan penggunaan dan larangan apa saja yang harus diperhatikan dalam
menggunakan produk tersebut. Hal ini memiliki peranan yang penting juga
dalam pembentukan brand image suatu produk, sebagai contoh perusahaan
yang mempproduksi kendaraan. Seluruh pesan keselamatan dan larangan yang
harus dihindari tertera jelas pada buku pedoman kendaraan bermotor.
Apabila perusahaan tersebut tidak mencantumkan larangan – larangan
tersebut, maka masyarakat akan menilai produk yang dihasilkan tidak awet
atau tidak mampu untuk menjalankan fungsinya. Pemikiran tersebut dapat
menyebabkan brand image suatu produk menjadi buruk.
10. Melibatkan pihak lain untuk mempopularitaskan produk
Dalam
membentuk brand image, perusahaan perlu melibatkan pihak lain dalam
membentuk brand image atas produknya. Brand image tersebut akan cepat
dikenali oleh msyarakat apabila perusahaan menggunakan iklan yang
melibatkan orang yang memiliki pengaruh yang besar seperti artis yang
sedang populer, seorang motivator. Apabila produk memiliki testimoni
dari pengguna yang memiliki pengaruh yang sangat kuat, maka brand image
dari produk tersebut akan semakin cepat diterima masyarakat luas dengan
sentimen yang positif
11. Adanya kegiatan CSR
Kegiatan CSR
merupakan sarana untuk mendukung agar terciptanya sentimen positif
terhadap image perusahaannya. CSR lebih berfokus pada bagaimana image
perusahaan yang nantinya akan berpengaruh pada produk yang
dihasilkannya. Apabila image perusahaan tersebut buruk, maka mustahil
apabila produknya akan diterima oleh masyarakat dan memiliki brand image
yang positif.
Kelebihan dan Kelemahan dari Sosial Media
Social
media merupakan medium yang sedang berkembang saat ini. Konten – konten
mengenai informasi yang terpersonalisasi telah menjamur di internet
saat kini. Dengan adanya perkembangan yang pesat lewat social media, hal
ini tentu saja memberikan dampak yang signifikan terhadap kehidupan
kita. Oleh sebab itu perlu dipertimbangkan sisi positif dan negatifnya
sebelum kita menggunakan social media agar kita bias menggunakannya
tanpa harus merugikan diri kita sendiri.
Kelebihan dari Sosial Media
Tren
yang ada di saat ini sangatlah berhubungan dengan social media. Hal ini
dapat dilihat dari banyaknya website yang bermunculan dengan tipe
social media mulai dari Twitter, Instagram, Facebook dan banyak lagi.
Selain itu website lain juga semakin banyak memanfaatkan data social
media dalam pengoperasiannya.
Berikut ini merupakan beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan dalam penggunaan social media :
1) Perkembangan dari Teknologi di InternetPertumbuhan
dari Internet saat ini berada di level yang sangat cepat. Hal ini
didukung dengan banyaknya layanan – layanan dan integrasi yang disajikan
untuk kita. Kesempatan – kesempatan yang ada juga semakin banyak dan
terbuka bagi kita untuk mengembangkan diri.
Pada grafik diatas
dapat dilihat bahwa pertumbuhan internet dan social media yang sangat
pesat terjadi saat ini. Website – website social media seperti Facebook,
Twitter berkembang dengan sangat cepat, sedangkan website – website
yang memanfaatkan informasi dari social media sendiri seperti Youtube,
LinkedIn dsb juga berkembang dengan pesat. Siklus hidup yang masih
panjang bagi social media saat ini memberikan kesempatan bagi kita untuk
memanfaatkan fasilitas yang ada dalam social media.
Dengan memanfaatkan tren yang ada kita dapat menggunakan social media untuk keuntungan diri kita sendiri.
2) Sosial media memudahkan marketing
Dengan
platform internet social media memanfaatkan fakta bahwa setiap orang di
dunia membutuhkan informasi. Marketing dengan penggunaan social media
merupakan strategi yang sangat efektif karena tidak terbatas pada waktu
dan tempat. Dengan demikian dengan biaya yang tepat sebuah social media
dapat membantu marketing engan sangat efektif.
Marketing di
social media seperti penyebaran produk baru dan mobil baru sangat
terbantu dengan adanya social media. Hal ini memudahkan perusahaan
bahkan kita apabila kita ingin melakukan marketing. Marketing ini
sendiri tidak terbatas hanya pada produk tetapi juga meliputi kampanye
politik, marketing untuk gerakan – gerakan organisasi dan sebagainya.
3) Alat penghubung dengan keluarga dan teman
Dengan
adanya social media kita dapat selalu berhubungan dengan keluarga dan
teman – teman kita. Seiring berkembangnya zaman, tempat tinggal yang
semakin jauh, lokasi kerja yang berpindah – pindah membuat kita
kehilangan kontak dengan keluarga dan teman. Dengan bantuan dari social
media semua hal ini dapat diminimalisir hingga seminim mungkin. Social
media menghubungkan kita dengan sanak keluarga kita. Hal ini sangat
membantu dalam berkomunikasi dengan satu dan yang lain. Tentu saja juga
ini didukung dengan adanya jaringan yang memadai.
Kelemahan dari Sosial MediaSosial
media memang memanjakan para penggunanya dengan banyaknya fitur – fitur
yang disediakan di dalamnya. Namun demikian social media juga memiliki
resiko – resiko yang dapat mempengaruhi kita baik dalam penggunaannya
ataupun juga dalam kehidupan sehari – hari kita. Berikut merupakan
kelemahan yang terjadi pada penggunaan social media :
1) Gangguan keamanan :Keamanan
merupakan salah satu problem yang sangat diperhatikan dalam
pengembangan social media. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya
social media berisikan data pribadi yang bersifat rahasia dan hanya
dapat diakses oleh perusahaan dan user tersebut saja. Namun gangguan
keamanan dapat berakibat fatal karena data konfidensial yang dimiliki
oleh user dapat diambil oleh orang – orang yang tidak bertanggung jawab.
Data pribadi ini tentu saja meliputi nomor social (Social
Security Number), nomor kartu kredit, password, informasi pribadi dan
sebagainya. Hal ini tentu saja menjadi masalah yang sangat diperhatikan
dalam social media.
2) Informasi yang ada berdampak buruk bagi kitaWalau
berbagi merupakan hal yang baik, namun terkadang berbagi dapat menjadi
sesuatu yang merugikan diri kita sendiri. Social media merupakan tempat
dimana kita berbagi dengan orang lain. Namun terkadang kita tidak
memperhatikan mengenai informasi apa yang kita bagi. Dan pada saaat
terdapat kesempatan maka informasi tersebut dapat dimanfaatkan oleh
orang yang memiliki motif tertentu terhadap diri kita.
Sebagai
contoh dengan mengetahui lokasi kita lewat social media maka kita dapat
diincar oleh perampok atau maling. Apabila kita membagi ‘uneg – uneg’
kita di social media, maka ada kemungkinan orang yang tidak senang
dengan kita dapat membacanya. Hal ini tentu saja mendatangkan dampak
buruk bagi diri kita sendiri.
3) Berkurangnya produktivitas pada saat bekerjaPengguanaan
social media tentu saja menentukan produktifitas seseorang apalagi pada
saat bekerja. Apabila tidak diawasi atau dibatasi penggunaan social
media dapat memakan waktu kerja yang ada. Hal ini tentu saja dapat
berdampak buruk karena penggunaan secara berlebihan mengambil porsi
waktu kerja kita. Dengan demikian produktivitas yang dilakukan dapat
berkurang dengan drastic dalam bekerja.
Penggunaan social media
memang merupakan sesuatu yang telah menjadi kebutuhan sekunder atau
bahkan primer dalam hidup kita. Namun kita tetap harus dapat melihat
sisi positif dan negative dari social media agar tidak menjadikan social
media sebagai tuan dari diri kita.
Penggunaan Social Media dalam peningkatan Online Branding
Social
media berkembang dengan sangat pesat, seiring dengan perkembangan
internet dan smartphone. Tidak jarang seseorang lebih tertarik untuk
berinteraksi dengan teman-teman di social media dibandingkan secara
langsung dalam dunia nyata. Kebebasan dalam memberikan opini, berbagi
informasi dan sebagainya. Berdasarkan data dari Kementrian Komunikasi
dan Informatika ( Kemenkominfo) pada November 2013, pengguna internet di
Indonesia sudah mencapai 63 juta orang, dimana 95% dari angka tersebut
menggunakanya untuk mengakses jejaring sosial seperti facebook, twitter,
dan berbagai jenis social media lainya. Indonesia sendiri sudah menjadi
pengguna facebook terbesar keempat di dunia, dan pengguna twitter
terbesar kelima di dunia. Hal tersebut menggambarkan bahwa masyarakat
Indonesia merupakan pengguna social media yang aktif.
Media pada
dunia maya tersebut juga digunakan oleh perusahaan untuk promosi produk
dan jasa yang mereka tawarkan. Berbagai kemudahan yang diberikan antara
lain biaya yang murah, jumlah orang yang dapat dijangkau lebih besar,
dapat mempengaruhi sebuah kelompok atau komunitas, dan sebagainya
menjadi ketertarikan bagi perusahaan bahkan untuk sekedar memperkenalkan
brand mereka. Brand atau merk dagang sendiri merupakan asset yang
sangat penting bagi sebuah perusahaan. Bukan hanya sekedar slogan atau
identitas tetap di balik sebuah merk menggambarkan perusahaan itu
seutuhnya, dan memberikan citra pandangan masyarakat terhadap merk
tersebut.
Ada beberapa cara yang dapat digunakan perusahaan untuk menggunakan social media dalam meningkatkan merk perusahaanya yaitu :
1. Search Engine OptimizationDengan
optimisasi yang dilakukan pada search engine akan memudahkan para
pelanggan memperoleh informasi terkait merk tertentu. Apabila informasi
mudah diperoleh, secara tidak langsung memperkenalkan merk itu sendiri
ke masyarakat luas, karena sebagian besar orang menghabiskan waktu
mereka untuk menjelajahi dunia internet.
2. Use of competitons, word of mouth and incentivesMemanfaatkan
lalu lintas dari website, atau sekedar membuat gebrakan dengan
melakukan promo, seminar gratis, workshop dan sebagainya yang diklankan
melalui sosial media, sehingga mereka dapat memperoleh informasi.
3. Ask QuestionPerusahaan
dapat juga memberikan pertanyaan kepada para pelanggan yang juga
merupakan pengguna sosial media, untuk sekedar mendengar opini mereka
mengenai perusahaan. Seperti bagaimana jika produk A diganti B dan
sebagainya. Hal tersebut akan mendorong pengguna untuk memberikan opini,
dan tidak sedikit yang membagikanya kepada teman-teman di medianya,
sehingga secara tidak langsung meningkatkan pengenalan akan brand dari
perusahaan.
4. Embed Social Media post on Company blogsHal
ini juga merupakan cara yang sudah banyak digunakan oleh sebagian besar
perusahaan. Setiap post dari customer disisipkan ke website atau blog
perusahaan sebagai bentuk testimony. Dari situ pelanggan baru dapat
melihat dan membaca berbagai pengalaman atau opini pelanggan terhadap
perusahaan.
Pengenalan Oreo oleh Ahli Branding IndonesiaPada
tahun 1898, beberapa perusahaan pembuat kue bergabung untuk membentuk
perusahaan biskuit nasional atau sering dikenal dengan NaBisCo yang
dimana merupakan pembuat biskuit oreo ini. 1902, Nabisco membuat
Barnum’s Animal Cookie dengan tampilan kotak kecil seperti kandang
dengan tali yang terikat.
Tahun 1912, nabisco memiliki ide baru
untuk biskuit dengan dua piringan coklat yang berisi krim di antaranya.
Bentuk dan desain biskuit oreo tidak berubah banyak, hingga pada tahun
1975 nabisco merilis Oreo.
Di Amerika dan Eropa begitu akrab
dengan keberadaan Oreo seperti membuat bagaimana cara memakan oreo yang
kreatif. Tidak hanya anak – anak, kaum orang tua juga akrab dengan oreo
dan tidak hanya memakan secara langsung tetapi di modifikasi kedalam
bentukl lain seperti milkshake, pie, dan sebagainya.
Pengelolaan Brand Oreo
Seperti
kita ketahui, oreo tidak hanya biskuit sandwich yang terdiri dari 2
keping biskuit dengan krim diantaranya, tetapi oreo merupakan merek yang
benar membuat kita tetap untuk dapat terkoneksi dan terpasang.
Jika
kita teliti, merek oreo di media sosial sejak awal mereka menggunakan,
kita akan takjub mengenai bagaiamana cara mereka untuk dapat
mempertahankan koneksi atau menjaga hubungan dengan para pelanggan setia
atau penggemar oreo.
Ada analisa terhadap pelanggan atau penikmat produk oreo yang dilakukan oleh perusahaan seperti :
- Melihat tren yang sedang berlangsung
- Menganalisa motivasi apa yang dapat mendorong pelanggan untuk dapat menikmati dan mencintai produk oreo
- Melihat segment
Dan melihat kebutuhan apa yang belum tercapai terhadap pelanggan
Apabila
Oreo tidak menemukan cara yang tepat dalam menjaga kelangsungan brand
mereka makan akan sulit untuk dapat terus bertahan. Dikarenakan sudah
banyak competitor yang mencoba menduplikasi produk oreo dengan
menggunakan merk dagang lain, dan harga yang relative lebih murah, dan
mungkin untuk soal rasa tidak akan berbeda jauh. Oreo mencoba untuk
terus menjaga orginalitasnya, dan eksistensinya di pasar.
Setiap
merek baik oreo-pun sudah berubah ke era digital, dan media sosial
sebagai salah satu yang utama dan penting yang tidak boleh terlewatkan
dalam menjaga eksistensi akan oreo tersebut. Dengan adanya media digital
tersebut, dapat menciptakan bagaimana sebuah brand dapat berkomunikasi
dengan mereka penggemar setia oreo maupun pencinta makanan oreo. Dimana
ini akan sangat penting bagi mereka dalam memahami pelanggannya, untuk
mengetahui apa harapan, ekspektasi, dan preferensi dari pelanggannya dan
menjaga agar mereka para pelanggan dapat terlibat untuk makan makanan
dari produk oreo secara berkelanjutan.
Seperti kita ketahui bahwa
merek biskuit seperti oreo merupakan super brands. Karena mereka adalah
merek yang sudah menjalani nimat buruknya atau path-breakers. Yang mana
tindakan yang telah mereka ambil merupakan kasus studi dari orang lain
atau merek lain dari sisi yang baik atau positif, dan lebih dari apa
yang mereka telah tetapkan sesuai dengan harapan para pecinta biskuit
oreo, dan untuk para pelanggannya bahwa pihak oreo akan melakukan
pelayanan yang terbaik.
Dari catatan beberapa sosial media yang digunakan oreo, ada sejumlah pengikut atau follower dari produk oreo sebagai berikut : Facebook (34 juta ++ fans)
Twitter (161 ribu ++ followers)
Youtube (20 juta++ views)
Instagram (95 ribu++ followers)
Pinterest (3 ribu++ followers)
Dari
sini kita dapat mempelajari dari 5 media sosial yang digunakan oleh
oreo, yang digunakan dalam mempromosikan produk oreo dan guna
meningkatkan pendapatan dari perusahaan.
Berikut ini adalah
beberapa hal yang coba diterapkan oleh pihak Oreo dalam upaya untuk
terus mengembangkan brand-nya agar tetap dikenal baik di masyarakat luas
ataupun pada para pencinta produk oreo :
Be Original and CreativeMedia sosial merupakan platform yang
digunakan untuk memberikan kita sejumlah pilihan dalam menyajikan produk
kita kepada pelanggan agar memiliki tingkat kreatifitas yang baik.
Baik
dengan menggunakan teks, video, link, polling, iklan, kontes, hadiah,
gambar dan bahkan pilihan lain yang dapat menunjang dalam menampilkan
kreatifitas. Berikut contoh yang digunakan oleh produk oreo yang dipost
pada facebook.
Be EmotionalCara lain yang digunakan oleh oreo adalah
meluapkan emosi, yang mana menunjukan rasa terimakasih kepada para
pecinta produk oreo. Dan Oreo membuat para pelanggannya agar tetap jatuh
cinta dengan biskuitnya, tanpa secara langsung meminta para pelanggan
untuk menyukainya. Ini tidak hanya disajikan untuk kepuasan anak kecil,
tetapi ke semua generasi dan menciptakan suasana yang menyenangkan
ketika menyantap atau menikmati biskuit oreo.Berikut contoh yang
digunakan oleh produk oreo.
Be HumorousQuote yang digunakan oleh produk oreo salah
satunya “Don’t take life too seriously, you will never get out of it
alive” yang dimana oreo ingin menyampaikan pesan bahwa menjalani hidup
ini janganlah terlalu serius tetapi biarkan hidup kita ini diselingi
dengan relaksasi, hiburan, interaksi sosial, mengungkapkan pendapat dan
sebagainya. Dan produk oreo menyadari bahwa jika mereka hanya menjual
produk mereka saja dan berbicara mengenai produk dan fitur mereka saja,
itu tidak akan berjalan dengan efektif untuk jangka panjang, sehingga
oreo membuat kutipan atau hal – hal yang memiliki sifat humoris. Berikut
contoh yang digunakan oleh produk oreo.
Be ProvokingAda satu hal yang dapat kita pelajari untuk dapat
terlibat dengan para pelanggan atau fans yaitu untuk tetap menjaga
dalam hal menerima pertanyaan atau saran dan memprovokasikan mereka
untuk dapat berbagi atau berkomentar pada konten produk oreo di sosial
media.
Be ConsistentDidalam media sosial, konsistensi merupakan hal
yang signifikan karena itu merupakan sangat mudah dalam menempatkan
usaha yang dilakukan untuk mempromosikan produknya. Dan itu yang
dilakukan oleh oreo, yang mana mereka menjaga konsistensinya dalam
sosial medianya. Tidak hanya itu saja, oreo mampu menghubungkan setiap
peristiwa yang sedang booming dan melihat setiap kesempatan yang dapat
dimasuki, dan mereka sangat berhasil dalam hal menyentuh tingkat
emosional para pelanggannya. Dan hal tersebut yang mereka jaga dalam
meningkatkan dan mempertahankan brand mereka.
Sumber referensi artikel pakar branding Indonesia:
-
Wikipedia
-
Website Top Brand
-
Majalah Marketing
-
Frontier Consulting Group
Apa itu Top Brand Aword?
TOP Brand Award menurut
Pakar Branding Indonesia
adalah sebuah penghargaan yang diberikan kepada merek-merek yang meraih
predikat TOP. Penghargaan ini diberikan berdasarkan penilaian yang
diperoleh dari hasil survei berskala nasional dibawah penyelenggaraan
Frontier Consulting Group. Dengan semakin bertambahnya kategori yang
diikutsertakan, Frontier Consulting Group membagi survei menjadi tiga
fase dalam setahun dan TOP Brand Survei menjadi omnibus survei terbesar
karena melibatkan jumlah responden yang sangat besar setiap tahunnya.
Sampai akhir tahun 2013, TOP Brand Survei telah melibatkan lebih dari
12.500 responden di delapan kota besar dan tercatat hampir 500 kategori
produk dan menghasilkan lebih dari 1000 merek yang mendapat predikat
TOP.
Top Brand Award diberikan kepada merek-merek di dalam kategori produk tertentu yang memenuhi dua kriteria, yaitu:
1. Merek-merek yang memperoleh Top Brand Index minimum sebesar 10%.
2. Merek-merek yang menurut hasil survei berada dalam posisi top three di dalam kategori produknya.
Kedua kriteria ini harus dipenuhi oleh sebuah merek agar ia berhak
menyandang predikat Top Brand. Dengan adanya dua kriteria ini, maka
dalam 1 kategori produk tidak menutup kemungkinan terdapat lebih dari
satu merek, maksimal 3 merek, yang meraih predikat Top Brand.
Metodologi Survei Top Brand - Pakar Branding Indonesia
Di awal tahun 2014 ini Frontier Consulting Group kembali mempersembahkan
hasil survei TOP Brand terbaru yakni TOP Brand Fase 1 2014. Tahun ini
menjadi tahun ke-15 Frontier Consulting Group telah melaksanakan TOP
Brand Survei. Survei ini dilakukan di 8 kota, yaitu : Jakarta, Bandung,
Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Pekanbaru dan Balikpapan. Jumlah
sampel random di masing-masing kota adalah 500 orang. Sampel booster
ditambahkan untuk masing-masing kategori produk yang termasuk produk
premium dalam rangka meningkatkan incidence rate. Total responden random
yang disurvei adalah 2700 orang, sedangkan responden booster sebesar
1400 orang.
Kriteria responden adalah pria atau wanita yang berusia antara 15 – 65
tahun dengan tingkat SES antara SES D (pengeluaran rata-rata lebih dari
Rp. 750.000,- s/d Rp. 1.250.000,- per bulan) hingga SES A (pengeluaran
rata-rata lebih dari Rp. 3.500.000,- per bulan).
Sampel diambil dengan metode multistage random sampling untuk sampel
random, sementara untuk booster diambil dengan menggunakan metode
purposive sampling. Survei dilaksanakan dengan metode face to face
personal interview.
Top Brand Index diukur dengan menggunakan 3 parameter, yaitu top of mind
awareness (yaitu didasarkan atas merek yang pertama kali disebut oleh
responden ketika kategori produknya disebutkan), last used (yaitu
didasarkan atas merek yang terakhir kali digunakan/ dikonsumsi oleh
responden dalam 1 re-purchase cycle), dan future intention (yaitu
didasarkan atas merek yang ingin digunakan/ dikonsumsi pada masa
mendatang).
Nilai masing-masing parameter untuk sebuah merek di dalam kategori
produk tertentu diperoleh dengan cara menghitung persentase frekuensi
merek tersebut relatif terhadap frekuensi keseluruhan merek.
TBI selanjutnya diperoleh dengan cara menghitung rata-rata terbobot masing-masing parameter.
Pakar Branding Indonesia Terbaik | Informasi Seputar Pakar Branding di Indonesia
Survey Methodology 2016 - Pakar Branding Indonesia
TOP BRAND PHASE 1 2016
Top Brand survey Phase 1 2016 consists of two panels. The first panel is
B2C respondents and the second panel is B2B respondents.
(Pakar Branding Indonesia)
Top Brand survey for B2Crespondentsinvolved 9900 random samples and 2500
booster samples. This survey was done in 15 (fifteen) cities, namely
Jabodetabek, Bandung, Semarang, Jogjakarta, Malang, Surabaya, Medan,
Makassar, Pekanbaru, Balikpapan, Banjarmasin, Palembang, Samarinda,
Denpasar and Manado. Meanwhile, Top Brand survey for B2B
respondentsinvolved 1600 companies located in Jabodetabek, Bandung,
Surabaya and Medan.
The B2Crespondent criteriafor random samples are male or female, 15 - 65
years old, SES or monthly family spending categories from SES D
(average spending of more than Rp. 1,200,000 per month) to SES A
(average spending of more than Rp. 4.8 million per month). Meanwhile,
the B2C respondent criteria for booster samples are SES A. These samples
are used to increase the incidence rate of premium products.
The sampling method for B2C random samples is multistage random sampling
whereas the method for B2C booster samples is purposive sampling. The
survey was done through face-to-face personal interview by using
structured questionnaire. The sampling method for B2B is stratified
random sampling, by using business line as a database. The B2B
respondents interviewed are those who are in charge of product
purchasing in their respective companies, having Academy/Diploma
education, and whose company has more than 50 employees.
Top Brand Index (TBI) is measured using 3 parameters, namely:
- Top of Mind awareness (based on brands first mentioned by respondents when they heard the product category).
- Last Used (based on brands last used/consumed by respondents in one re-purchase cycle).
- Future Intention (based on brands that respondents intend to use/consume in the future).
The value of each parameter for a brand in a particular product category
is determined by calculating the frequency percentage of that brand
relative to the frequency of all brands.
The TBI is then determined by calculating the weighted average of each parameter.
Top Brand Award is presented to brands in a certain product category that meet two criteria, namely:
- Brands with Top Brand Index of minimum 10%, and
- Brands that occupy the top three position in their product category.
These two criteria must be met by a brand in order to be eligible for
the”Top Brand” title. Therefore, it is possible that in a product
category there are more than one brand (maxmum three brands) win the Top
Brand award.
Master Brand Award - Pakar Branding Indonesia
Master Brand Award adalah penganugerahan tertinggi untuk sebuah merek
yang diberikan oleh Majalah Makassar Terkini berdasarkan hasil survey
lembaga riset Makassar Research.
Master Brand Award Overview
Merek adalah salah satu asset perusahaan yang paling penting. Lebih dari
sekadar identitas, merek dapat membentuk value /nilai sebuah perusahaan
hingga puluhan kali lipat dari nilai buku perusahaan. Merek juga dapat
menciptakan loyalitas jangka panjang. Merek yang paling berpengaruh atau
menjadi “Master” adalah merek yang memiliki nilai tertinggi dari 5
parameter yang menjadi Master Brand Index.
Perkembangan bisnis di Kota Makassar demikian pesat dalam 1 dekade
terakhir. Di tengah ketatnya persaingan merek dan bisnis, kebutuhan akan
informasi mengenai merek yang paling dipilih oleh konsumen menjadi
penting bagi pelaku bisnis maupun brand owner.
Berdasarkan hal tersebut, Majalah Makassar Terkini menggagas Master
Brand Award, sebagai sebuah penghargaan yang diberikan kepada
merek-merek yang telah sukses membangun dan mempertahankan ekuitasnya.
Pakar Branding Indonesia Mengenai Master Brand Award
Master Brand Award adalah penganugerahan tertinggi untuk sebuah merek
yang diberikan oleh Majalah Makassar Terkini berdasarkan dari hasil
riset yang dilakukan oleh sebuah Lembaga Riset Independen “Makassar
Research” yang melibatkan 1000 responden penduduk tetap di daerah
Makassar.
Master Brand Award dilaksanakan setiap tahun dan pertama kali
dilaksanakan pada tahun 2011 di Makassar. Penganugerahan Master Brand
Award tahun 2011 berlangsung di Grand Clarion Hotel tanggal 3 Maret
2011.
Metodologi Penelitian Master Brand Award
Pakar Branding Indonesia - Survey Master Brand
dilakukan dalam lingkup wilayah Kota Makassar, dengan melibatkan 1000
Responden yang bermukim di Kota Makassar. Multistage Random Sampling
digunakan sebagai Metode Sampling. Metodologi pengumpulan data yang
dilakukan adalah dengan wawancara langsung (face to face interview)
dengan menggunakan kuesioner dalam proses pengumpulan data.
Kriteria Responden, yaitu : Penduduk tetap Kota Makassar atau yang telah
bermukim di Kota Makassar lebih dari 12 bulan (1 Tahun), pria/wanita
dengan usia 18 tahun hingga 55 tahun, dan tingkat Status Ekonomi Sosial
(SES) berada pada range SES E hingga SES A ( pengeluaran minimal Rp.
750.000,- / bulan hingga lebih dari Rp. 3.500.000,- / bulan ).
Master Brand Indeks diukur dengan menggunakan lima parameter yaitu merek
yang paling diingat atau merek yang pertama kali disebut oleh responden
ketika kategori produknya disebutkan(awareness), merek yang terakhir
dipakai oleh responden (market share), kepuasan terhadap merek
(satisfaction), merek yang akan dipilih kembali di masa mendatang
(future intention), dan merek yang paling direkomendasikan oleh
responden kepada orang lain (most recommended). Kelima parameter ini
digunakan untuk menentukan nilai total persentase/index terhadap sebuah
merek. Nilai parameter ini diberinama Master Brand Index (MBI).
Kriteria Master Brand Award - Pakar Branding Indonesia
Merek yang berhak mendapat predikat Master Band adalah merek yang
memenuhi beberapa kriteria yang ditetapkan oleh Makassar Research, yaitu
:
Merek yang memperoleh Master Brand Index di atas rata-rata industri kategorinya.
Merek yang menurut hasil riset, berada pada urutan 3 (tiga) teratas dalam kategorinya.
Referensi Sumber Pakar Branding Indonesia: